Connect with us

Berita Utama

Rumah Rusak, Penghasilan Minim, Was-was Saat Hujan Turun

Published

on

SedihBandar Lampung – Sedihnya Saptinah(61) warga Kampung Kaplingan, jalan R. Imba Kesumaratu Kelurahan Sumber Rejo Sejahtera nomer 5 RT 007 Kecamatan Kemiling. Sebab, rumah rusak, penghasilan terbatas namun tidak dapat bantuan sosial dari pemerintah.

“Saya kalo ditanya-tanya kondisi rumah saya, saya pasti nangis pak. Rumah saya gentengnya banyak yang bocor, dapurnya hampir rubuh,” kata Saptinah di kediamannya.

Pekerjaan sebagai Asisten rumah tangga membuat ibu satu anak tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya, terutama bagian dapur karena penghasilannya hanya untuk makan sehari-hari.

Saptinah mengatakan sejak di tinggal suaminya yang telah meninggal delapan tahun yang lalu, anaknya tidak bekerja lagi semenjak Covid-19. “Jadi saya yang bekerja sebagai ART dengan gaji Rp 800 ribu/bulan untuk makan saja masih kurang bagaimana mau benerin rumah,” ucapnya sambil menangis.

Dia mengaku, tinggal di rumah itu sudah 30 tahun wajar kalo sudah pada bocor dan dindingnya juga mengelupas karena tidak pernah diperbaiki.

Saptinah berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah bantuan seperti Bantuan Non Tunai Pemerintah (BNTP) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) sayangnya dia tidak pernah terdata walaupun sudah pernah di minta oleh pihak pamong setempat.

“Suka Sedih kalau ada orang dapat bantuan miris hati saya. Kok saya tidak dapet, bagi dia kurang miskin apa saya ini. Sedangkan bantuan beras saya baru dapet tiga kali katanya sudah lima kali,” katanya dengan nada lirih.

Dia berharap, ditengan pandemi Covid-19 dimana dia menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari uang ada bantuan dari pemerintah selain itu harapan lainnya bantuan bedah rumah dari Pemkot Bandarlampung.

“Saya harapkan ada bantuan bedah rumah dari mana saja supaya kalau hujan rumah saya tidak bocor lagi,” harapnya.

Sementara itu, Camat Kemiling Socrat Pringgodanu ketika dikonfirmasi ada seorang warganya yang belum mendapatkan bantuan menjelaskan, secepatnya akan memperbaiki data masyarakat belum mampu di wilayahnya.

“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas informasinya dan secepatnya saya akan memperbaiki data masyarakat belum mampu di wilayah saya,” saat di hubungi melalui sambungan telepon.

Dia juga akan membantu untuk meringankan beban dengan mengirimkan bantuan beras secepatnya kerumah ibu Saptinah.

“Untuk masalah rumah nya yang sekarang ini kita akan mencoba melalui Dinas terkait untuk membantu dengan program bedah rumah. Namun untuk saat ini program nya terkendala karena adanya covid 19 ini,” katanya. (har/rdo)

Advertisement

Berita Utama

Bandarlampung Bakal Gratis-kan Vaksin Covid-19

Published

on

Bandar Lampung- Pemerintah Kota Bandar Lampung akan mengikuti intruksi Presiden Indonesia Joko Widodo bahwa vaksin Covid-19 akan dibagikan gratis tanpa persyaratan apapun.

Walikota Bandar Lampung Herman HN mengatakan untuk vaksin covid 19 dia akan membagikan secara gratis untuk masyarakat kota Bandar Lampung.

“Vaksin covid 19 sudah di jelas kan oleh pemerintah pusat jika akan dibagikan gratis dan pemkot akan membayar atau membeli vaksin covid untuk pemegang kartu KIS tidak perlu khawatir itu akan mendapatkan secara gratis,” ungkap Walikota Herman HN saat meninjau flyover Sultan Agung, (20/12).

Walikota juga menjelaskan dia akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat terkait usia yang akan mendapatkan vaksin covid 19 secara gratis . “Antara 17 hingga 59 tahun karena yang lebih paham secara ilmiah dan ahlinya kan dari pusat jadi kita hanya mengikuti saja,”pungkasnya. (Har)

Continue Reading

Berita Utama

Abaikan Prokes, Toko Oleh-oleh Ditutup Paksa

Published

on

Bandar Lampung – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menutup sementara toko produk oleh-oleh khas Lampung Aneka Sari Rasa yang terletak di Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan (TBS) akibat pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) yang berlaku. Selasa, (15/12).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwandi menjelaskan, penutupan dilakukan berdasarkan perintah Ketua Satgas Kota Bandar Lampung Herman HN, karena saat beberapa kali melakukan sidak lokasi, pihak pengelola usaha mengabaikan prokes.

“Kami mendapat informasi terkait dengan salah satu gerai oleh-oleh makanan khas Lampung di Teluk Betung yang tidak mengikuti prokes. Bahkan ketua Satgas langsung mengecek ke lokasi dan membuktikan mereka tidak mengikut prokes,” ujarnya.

“Karena terlalu banyak pengunjung yang terlalu berkerumun di tempat tersebut, bahkan ketika Ketua Satgas mengecek langsung ke lapangan, mereka tidak mengikuti protokol kesehatan, jadi kami selaku Satgas, atas perintah langsung dari bapak Walikota untuk Satgas memberikan sanksi yang tegas, maka pada hari ini atas beberapa hal, kami melakukan penutupan atau penyegelan untuk sementara dan ini juga berlaku untuk semua yang melanggar protokol kesehatan,” kata jubir Satgas Nurizki.

Selanjutnya, Ahmad Nurizki mengatakan, bahwa penyegelan atau penutup salah satu gerai tersebut dilakukan sementara sampai pemilik gerai sanggup menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Seperti yang sudah kita ketahui, Bandar Lampung ini masuk ke dalam zona merah, sudah 2.000 lebih kasus positif Covid-19, walaupun sudah banyak juga yang sembuh, maka dari itu kami selaku Satgas Covid-19 menyampaikan kepada pihak yang berwenang atau berkewajiban, bukan berarti menutup usaha ekonomi, tetapi kita harus tetap melaksanakan dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang berlaku,” tutup Jubir Satgas Ahmad Nurizki. (Har)

Continue Reading

Berita Utama

Kota Bandar Lampung Berpredikat Peduli HAM

Published

on

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mendapatkan predikat sebagai kota peduli terhadap Hak Asasi Manusia. Penghargaan diserahkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly melalui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Lampung Danan Purnomo S.H di Aula Gedung Kanwil Kemenkumham setempat, Senin (14/12).

Asisten I bidang Pemerintah dan kesejahteraan Rakyat Sukarma Wijaya yang mewakili Walikota Bandar Lampung Hert HN menerima Penghargaan dari Kanwil Kemenkumham Lampung.

Sebanyak enam daerah kabupaten/kota di Lampung menerima predikat Kabupaten/Kota Peduli HAM di antaranya Kota Bandarlampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Tulangbawang.

Kemudian 7 kabupaten lainnya meraih predikat cukup peduli HAM seperti Lampung Barat, Lampung Timur, Mesuji, Pesisir Barat, Tanggamus, Tulangbawang Barat, dan Way Kanan, dan 2 kabupaten belum meraih penghargaan yaitu Pesawaran dan Lampung Tengah.

Kemenkumham berharap pada 2021 mendatang seluruh kabupaten/kota mendapatkan predikat peduli HAM serta mendorong peningkatan kualitas layanan publik di instansi pemerintah yang berbasis HAM.

“Ada 3 kabupaten yang mampu mempertahankan 3 tahun berturut-turut yaitu Pringsewu, Tulangbawang, dan Kota Metro,” kata Danan Purnomo.

Peringatan Hari HAM Sedunia Ke-72 Tahun 2020 diperingati setiap 10 Desember dengan tema ‘Recover Better, Stand Up For Human Rights’.

Setiap tahun Kementerian Hukum dan HAM menjadikan momentum ini memberikan penghargaan kepada daerah. Pemberian penghargaan diserahkan Menkumham secara virtual sebagai Pelayanan Publik Berbasis HAM.

Tahun ini sebanyak 259 kabupaten/kota atau 50,4 persen dari jumlah keseluruhan 439 kabupaten/kota di Indonesia yang mengikuti penilaian oleh Kemenkumham.

Terdapat beberapa Provinsi yang menerima penghargaan yakni Peringatan Hak Asasi Manusia Sedunia yakni, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tennggara, Maluku Utara, dan Papua.

Sementara wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan saat menghadiri acara penghargaan di kantor wilayah Kementerian Hukum dan Ham bandar lampung mendapatkan dengan kategori peduli Hak Asasi Manusia.

“Penghargaan ini di berikan ke Pemda kota karena semua pelayanan umum dari masalah hukum dan ham serta masalah pendidikan dan urusan perempuan dari hari ke hari akan terus diperbaiki sehingga kita mampu mempertahankan predikat kota yang peduli dengan Hak asasi Manusia,”ujar Herman HN walikota Bandar Lampung dua periode.(har)

Continue Reading

BERITA POPULER