Connect with us

Berita Utama

Sampaikan Maaf, Bos Badak Lampung Klarifikasi ke Wartawan

Published

on

Foto Dimas Febiyansyah - Radar Lampung Radio - CEO BLFC Marco Gracia Paulo saat klarifikasi insiden yang terjadi antara panpel dan para wartawan pada pertandingan BLFC kontra Persija Jakarta, di Griya Liwet Bandarlampung, Senin (9/12) malam.

BANDARLAMPUNG – Manajemen Badak Lampung FC melalui CEO BLFC Marco Gracia Paulo menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi antara wartawan dan panitia pelaksana (panpel) usai pertandingan yang mempertemukan BLFC kontra Persija Jakarta di Stadion Sumpah Pemuda, Minggu (8/12) malam.

Diketahui, insiden tersebut terjadi ketika para wartawan hendak memasuki ruang press room usai pertandingan ditahan oleh oknum panpel yang menerapkan protap secara berlebihan dan terkesan tidak ramah. Akhirnya, para pewarta kompak memboikot post match press conference pekan 31 Shopee Liga 1 itu.

“Kami atas nama manajemen BLFC meminta maaf atas insiden yang terjadi kemarin (Minggu`red). Kami juga berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mengingatkan kami dan akan dilakukan perbaikan-perbaikan yang tadi sudah disampaikan. Mudah-mudahan kejadian seperti ini bisa dihindari,” kata Marco saat bertemu dengan para pewarta pertandingan Shopee Liga 1 di Griya Liwet Bandarlampung, Senin (9/12) malam.

Bisa dipastikan oknum panpel yang terlibat dalam insiden kemarin akan dievaluasi dan tidak akan bertugas kembali. Selain itu juga pihaknya akan memberikan akses khusus antara media tribun dan press room sehingga bisa lebih praktis dan nyaman.

“Untuk tahun depan kita sudah pikirin infrastrukturnya bagaimana dan man powernya bagaimana teman-teman media punya akses sendiri dari tribun media ke press room. Sekarang kan memang infrastrukturnya belum memadai. Dan sesuai komitmen saya bahwa oknum panpel yang terlibat insiden itu tidak akan bertugas lagi,” pungkas Marco. (dms)

Advertisement

Berita Utama

Pasar Way Halim Tersehat di Indonesia

Published

on

Bandarlampung – Kepala Badan POM RI Dr. Penny K. Lukito, MCP memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung atas pencapaian pasar Way Halim sebagai pasar sehat dan layak pangan dengan memberikan percontohan pasar aman dari bahan berbahaya.(16/10)

Walikota Herman HN sangat berterima kasih atas pencapaian Pasar Way Halim yang sudah di kelelola PD pasar tapis berseri mendapatkan predikat pasar terbersih serta layak pangan.

Tidak hanya Pasar Wayhalim, ia juga membeberkan pasar yang telah dikelola dalam kurun dua periode.

“Kita ada tujuh Pasar yang sudah di kelola Pemerintahan Kota seperti Pasar Wayhalim, Kemiling, Pasar Panjang bagian belakang, Pasar Bambu Kuning, Smep, Pasar Tugu, dan itu yang bangun saya. Tidak tidur walikotanya,” katanya

“Masa’ ada yang bilang pasar nggak dibangun gak diurus dari mana, makanya saya imbau keliling pasar dulu biar tidak asal bicara,”celetuknya.

Pencapaian ini, dikatakannya tidak lain kerja sama pemerintah Kota Bandar lampung dengan pedagang. Hingga mendapatkan predikat pasar terbaik seindonesia.
Herman HN memperhatikan bahwa pengelolaan pasar di Kota Bandarlampung sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan sebutan Pasar Wayhalim yang meraih predikat pasar terbaik Nasional dengan predikat pasar sehat dan layak pangan.

“Pedagang harus tertib, cek makannya. Pasar ini nomor satu di Indonesia dengan penilaian yang tidak semudah orang omong ada kriterianya seperti kebersihan pasar. Tata letak kios dan pangan apakah layak konsumsi atau tidak, ‘tandasnya. (har)

Continue Reading

Berita Utama

Soal Kebersihan, Herman HN : Saya Berani Bersaing Nasional!

Published

on

Bandar Lampung – Walikota Bandar Lampung Herman HN menampik persepsi terkait pengelolaan TPA Bakung yang tidak maksimal.(15/10)

“Kata siapa coba dicek kesana dulu dong. Kita sudah pasang DAM dan kita tambah lagi disana. Jangan asal bicara, dilihat apakah sudah benar jika TPA itu over kapasitas. Kita belum ada penambahan TPA karena itu saja bisa10 tahun kedepan masih bisa karena kan kapasitas nya luas, semua bisa buang di situ,” tegasnya.

Kemudian, Herman HN juga membeberkan soal Ruang Terbuka Hijau yang menurutnya masih kesulitan terkait ketersediaan lahan.”Tanah kita gak ada, mau gusur orang. Harganya mahal. Mau pelebaran jalan mahal harganya, paling rendah Rp5 -7 juta permeter, saya juga ingin kota Bandar Lampung ini lebih baik lagi,” ujarnya.

Kembali soal sampah, Herman menjelaskan untuk sampah sudah di atur oleh bagian kebersihan kota bandar lampung.”Adipura itu bisa didapat kembali, itu saya ditawarin suruh bayar buat apa. kalau saya mau 10 tahun (Berturut-turut ‘red) bisa dapat saya. Saya gak mau, kalau kebersihan ayok bersaing dengan daerah mana. Gak usah Lampunglah, nasional-lah ayok bersaing dengan saya soal sampah,” cetusnya.

Menurutnya, jika lihat TPA kotor itu merupakan hal yang lumrah karena merupakan tempatnya sampah.”Ya emang kotor karena untuk membuang sampah. Saya intinya gak mau bayar untuk Adipura, kalau saya ikutin terus setiap tahun, Herman HN WTP saja 10 kali. Tapi saya ini gak mau bayar. Mending saya gunakan untuk memperbagus jalan atau apa saja yang penting buat kemaslahatan masyarakat. Sudah ada 10 ribu lebih rumah warga kurang mampu kita bantu dengan program bedah rumah,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung, Sahriwansyah, menegaskan dalam tupoksinya pada pengelolaan sampah, pihaknya mengaku telah melakukan pengangkutan sampah dari hulu sampai ke hilir.

“Informasi yang benar adalah informasi dari kami, karena kami menggunakan data. Jika ada berita yang lain, ini saya luruskan. Sehingga tidak terjadi simpang siur di masyarakat,” ucap Sahriwansyah,

Dirinya membeberkan pengelolaan di Kota Bandarlampung, khususnya sampah yang berasal dari masyarakat masih dapat terkendali. Sebab jumlah armada yang dimiliki Pemerintah Kota Bandarlampung masih dapat beroperasi dengan baik.

Seperti dum truk, total keseluruhannya berjumlah 89 unit. Kini masih ada 73 unit yang masih beroperasi dengan baik. Sementara 12 kendaraan masuk dalam kategori rusak dan akan dilakukan penghapusan di tahun ini.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga memiliki kendaraan truk amrol, yang berfungsi sebagai armada pengangkut container sampah yang tersebar di tempat pembuangan sampah sementara di Kota Bandarlampung.

“Itu berjumlah 38 unit. Dan 2 sudah rusak berat. 1 unit terbakar di teluk, yang 36 beroperasi dalam kondisi baik,” jelasnya.

Sementara dalam pengelolaan sampah di pusat kota, ia mengatakan Dinas Lingkungan Hidup sejak lama memiliki Satgas khsus yang terus beroperasi untuk menjaga kebersihan di Kota Bandarlampung.

Satgas sendiri mengoperasikan sebanyak 35 unit mobil pickup. Namun 2 unit kini telah dalam keadaan rusak berat dan akan dilakukan penghapusan.

“Ini yang saya sebut satgas, artinya setelah terangkut dengan dump truck dan truck amrol, satgas akan menyisir sampah yang dibuang masyarakat di jalanan,” kata dia.

Selain pickup, satgas juga mengoperasikan kendaraan roda tiga sebanyak 48 unit. Namun 15 unit sudah tidak layak. Sementara yang beroperasi sebanyak 33 unit. (har)

Continue Reading

Berita Utama

PMII Lampung Ikut Suarakan Penolakan UU Ciptaker

Published

on

Bandarlampung-Demo hari ketiga kembali bergulir kali ini dari organisasi kemahasiswaan yang tergabung di PMII Lampung.

Pantauan Radar Lampung Radio lebih dari ratusan elemen mahasiswa yang tergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) mulai berorasi untuk menegaskan kepada Pemerintah dan DPR-Ri agar mencabut UU Omnibus Law Cipta kerja.

Dalam rilisnya PMII Provinsi Lampung menegaskan menolak pengesahan RUU Cipta Kerja serta mengajak seluruh elemen masyarakat terkhusus Lampung menggalang laporan penolakan masyarakat untuk di lakukan uji materi (judicial review) ke mahkamah konstitusi.

Aksi Damai yang dilakukan mahasiswa tergabung di PMII dengan membawa tagline Panggung Gerakan untuk rakyat

Hadi Baladi Ummah selaku ketua PKC PMII proses Judicial Review harus di bangun dan di perjuangkan oleh seluruh elemen masyarakat sehingga dalam proses sidang Mk bisa di menang kan.

“Kami meminta kepada Exekutive dan legislatif untuk menanda tangani kerjasama agar mengirimkan surat ke pemerintah pusat karena NU dan muhammadiyah juga menolak UU cipta kerja,” katanya.

Sejalan dengan itu ketua PKC PMII Provinsi Lampung yang biasa di sapa Pupung mendesak Pemerintah Lampung baik eksekutif dan legislatif untuk menyatakan sikap dan tegas menolak agar UU omnibus law di cabut karena tidak berpihak pada buruh.

Orasi elemen dari mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tetap mengikuti protokol kesehatan dan menjaga jarak. (har)

Continue Reading

BERITA POPULER